Patung Kayu Jati Macan Kurung Japara

Cerita tentang karya macan kurung di Japara memang begitu terkenal dan beberapa legenda sebagai karya yang dibuat oleh kartini atau menyimbulkan tentang Kartini,  dilihat dari cerita maupun legenda yang begitu dhasyat yang turun temurun,  maka Komunitas rumah kartini Japara  melihat hal ini sangat menarik dan mencoba research dari beberapa bukti tulisan kartini tentang Macan kurung,  beberapa referensi dari sumber yang sering kami pakai adalah buku complette writting yang dibuat oleh peneliti kartini selama 20 tahun dari monash university Australia dan beberapa data dari belanda juga belum menemukan tulisan kartini tentang patung macan kurung. akan tetapi menurut Komunitas rumah kartini dengan sudut pandang tentang penciptaan karya seni maupun kemampuan untuk membuat macan kurung ini sangatlah bagus dan teliti.

 

tahun 2015 kemarin komunitas Rumah Kartini bekerja sama dengan erasmushuis dan masyarakat japara ingin membuat beberapa reproduksi yang berhubungan dengan sejarah kartini dan Japara, tapi dalam artikel ini kami membicarakan khususnya adalah Macan Kurung  dengan simbol tentang kartini dan adiknya.

Pembuatan macan kurung bukanlah mudah seperti yang dilihat, dari proses pemilihan kayu yang kami pakai adalah jati perhutani yang di dalamnya tidak rusak, pembuatan karya ini begitu menarik sehingga kami dokumentasikan yang dilakukan teman-teman rumah kartini dan dibantu oleh aqib yang kebetulan sedang skripsi tentang macan kurung. dalam pembuatan macan kurung ada beberapa tehnik yang berbeda dengan patung selayaknya yang banyak kita lihat di Japara,

Kayu jati Perhutani dengan diameter 40cm kami pilih untuk pembuatan karya seni masterpiece ini, dalam proses pematungan ini butuh proses yang sangat lam untuk membuatnya berbeda dengan pembuatan patung patung biasa. Dimulai dari melingkarkan kayu biar rapi dan bisa diskala perbagian. Karya ini dibuat dari bawah yang bergambarkan 4 naga Jawa ( Refernsi pada gayor gong senen) sedang menganga, setelah itu bagian atasnya kami ambilkan dari bentuk ukiran pada tempat jahit Kardinah yang terlihat ornament jepara dan digabungkan dengan tokoh wayang, Setelah itu baru terlihat bagian yang berbeda dengan yang lain, yaitu simbol macan kurung sedang dirantai dan terdapat 2 bola di dalam jeruji, setelah itu pengulangan ornament jepara dan wayang, bagian atasnya kami simbolkan dengan bunga teratai yang sedang mekar dan dikasih element buku yang sedang terbuka dan berisi pahatan tulisan tangan kartini tentang kesenian di Japara pada tahun 1902. Data surat ini kami dapatkan dari jaringan komunitas Rumah Kartini Japara yang berada di Netherland University.

Patung kerajinan kayu Jati macan kurung Kartini crafts Jepara

Proses pengerjaan karya seni kriya ini mencapai 5 bulan (dhasyat bukan?), cerita dibalik proses ini sangat banyak cerita dilapangan. Setelah karya macan kurung jadi dilanjutkan dengan finishing yang juga memakai bahan bahan alami dan juga tidak menggunakan amplas. Untuk pewarnaan yang juga berfungsi untuk menjaga kayu terhindar dari hama, kami gunakan fermentasi tembakau kedu dan teh juga plapah daun pisang yang sudah kering.

 

Kepengen melihat seperti apa hasil jadinya karya seni macan kurung ini, silahkan datang ke kota Jepara dan mampirlah di Rumah Kartini Japara yang beralamat di Jl. KH. Moliki 02 Pengkol Mbelik Jepara. Jawa Tengah Indonesia.